Barry Eitel
06 Januari 2018•Update: 07 Januari 2018
Barry Eitel
SAN FRANCISCO
Exxon Mobil mengumumkan pada Jumat bahwa mereka menemukan ladang minyak mayor di lepas pantai Guyana, Amerika Selatan.
Lokasi tersebut berada di wilayah yang jauh di Samudera Atlantik yang disebut Blok Stabroek dan membentang seluas 26.800 kilometer persegi atau 6,6 juta acre.
Tetangga Venezuela itu mengklaim pihaknya memiliki beberapa bagian Blok Stabroek.
Ladang minyak yang ditemukan oleh Ranger-1 milik Exxon Mobil tersebut merupakan perolehan utama keenam yang dilakukan perusahaan tersebut di lepas pantai Guyana sejak 2015.
“Keberhasilan terakhir operasi di dasar laut perairan Guyana ini menggambarkan kemampuan eksplorasi laut dalam dan carbonate kami,” kata Presiden Exxon Mobil Exploration Company Steve Greenlee dalam siaran persnya.
“Penemuan ini membuktikan konsep permainan baru untuk 6,6 juta acre Blok Stabroek, dan memberikan nilai lebih untuk perkembangan portofolio Guyana.”
Perusahaan tersebut juga mengatakan akan terus mengeksplorasi minyak Blok Stabroek hingga akhir 2018.
Selama beberapa tahun terakhir, Venezuela telah meminta Exxon Mobil untuk menghentikan pengeboran di Blok Stabroek hingga perselisihan perbatasan dengan Guyana rampung.
Pada Desember, pemerintah Guyana mengatakan bahwa perusahaan minyak tersebut mendanai perjuangan resmi melawan tetangganya. PBB diharapkan untuk menyampaikan perselisihan tersebut kepada Pengadilan Internasional pada akhir Maret, menurut pernyataan pejabat Guyana.
Tahun lalu, penghinaan dan ancaman terlontar antara Gedung Putih dan pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Rex Tillerson merupakan kepala eksekutif Exon Mobil ketika pengeboran Blok Stabroek dimulai pada 2015 dan bentrok dengan Maduro terjadi.
Venezuela berada di tengah krisis politik dan ekonomi, sebagian disebabkan oleh harga minyak mentah yang relati rendah.
Kritik dan kecaman AS atas situasi korupsi terjadi sementara Maduro mencoba memetakan campur tangan Washington dan sekutu regionalnya.