Rhany Chairunissa Rufinaldo
19 April 2019•Update: 19 April 2019
Yusuf Ozcan
PARIS
Presiden Prancis Emmanuel Macron, dalam sebuah panggilan telepon pada Kamis, mengundang Paus Francis untuk mengunjungi negaranya setelah salah satu ikon negara itu hancur akibat kebakaran yang terjadi pada Senin.
Macron mengatakan bahwa paus menerima undangan tersebut dan akan datang berkunjung ketika dia punya waktu.
Pemimpin Prancis menyampaikan pernyataan tersebut ketika menerima petugas pemadam kebakaran, yang bekerja selama kebakaran katedral Notre Dame, di Istana Elysee untuk mengucapkan rasa terima kasih.
“Terima kasih atas risiko yang Anda ambil. Anda telah menjadi contoh yang baik bagi Prancis dan seluruh dunia,” ujar Macron.
Notre Dame selesai dibangun pada 1345 dan dianggap sebagai salah satu rumah ibadah Katolik yang paling terkenal.
Setiap tahun, hampir 13 juta orang mengunjungi katedral dan peninggalan bersejarahnya, termasuk patung Perawan Maria yang memeluk tubuh Yesus, serta jendela-jendela mawar raksasa dan perabotan abad pertengahan.
Simbol agama Katolik di Prancis, yang menjadi basis Keuskupan Agung Paris itu rusak parah akibat kebakaran besar pada Senin, sebelum akhirnya berhasil dipadamkan setelah 500 petugas pemadam kebakaran bekerja keras selama delapan setengah jam.
Petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api dan mencegah hancurnya seluruh struktur.
Sejauh ini, sekitar USD688 juta sumbangan telah terkumpul untuk membangun kembali katedral tersebut.