Rhany Chairunissa Rufinaldo
23 Januari 2019•Update: 23 Januari 2019
Elena Teslova
MOSKOW
Rusia dan Jepang akan melanjutkan pembicaraan tentang penandatanganan perjanjian damai, kata pemimpin kedua negara pada Selasa setelah pertemuan di Moskow.
"Putaran kedua perundingan perdamaian akan berlangsung di sela-sela Konferensi Keamanan Munich pada Februari," kata Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.
Dia memuji dialog putaran pertama yang berlangsung pada 14 Januari di Moskow, mengatakan bahwa diskusi dalam negosiasi ini dilakukan dengan tulus dan serius.
Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan pengembangan koneksi ekonomi untuk memperkuat rasa saling percaya yang diperlukan untuk menandatangani perjanjian.
Dia menawarkan untuk menggandakan omset perdagangan Rusia-Jepang saat ini hingga USD30 miliar di tahun-tahun mendatang.
Abe mengatakan pertukaran wisata antara kedua negara meningkat secara intensif, kunjungan timbal balik tahun lalu berjumlah sekitar 100.000 wisatawan di setiap negara dan menargetkan untuk mencapai total 400.000 wisatawan pada 2023.
Penandatanganan perjanjian perdamaian antara Rusia dan Jepang terhambat oleh sengketa teritorial atas Kepulauan Kuril, yang belum terselesaikan sejak Perang Dunia Kedua.
Tokyo mengklaim beberapa pulau sebagai miliknya, sementara Moskow menegaskan bahwa pulau-pulau itu menjadi wilayahnya pada 1945.
Pihak berwenang Rusia prihatin atas kemungkinan penyebaran sistem rudal AS di pulau-pulau tersebut jika mereka kembali ke tangan Jepang.