Enes Kaplan, Mümin Altaş
18 Januari 2018•Update: 19 Januari 2018
Enes Kaplan, Mümin Altaş
ISTANBUL
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Rabu menerima Fawzi al-Juneidi, seorang remaja Palestina yang menjadi simbol perlawanan Palestina terhadap keputusan Amerika Serikat untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Erdogan bertemu pemuda berusia 16 tahun itu di Kompleks Kepresidenan di ibu kota Ankara, menurut cuitan akun Kepresidenan Turki.
Al-Juneidi tiba di Turki pada Selasa untuk untuk menghadiri kegiatan yang diselenggarakan oleh kota Esenler selama tiga hari.
Pada hari yang sama, al-Juneidi juga mengunjungi lokasi syuting serial populer Turki Payitaht Abdulhamid yang menggambarkan Kekaisaran Ottoman pada masa pemerintahan Sultan Abdulhamid.
Akun Twitter resmi serial tersebut juga membagikan foto al-Juneidi dengan para aktor Payitaht di lokasi syuting.
Pada 7 Desember 2017, al-Juneidi ditahan oleh sejumlah tentara Israel dengan mata tertutup dan diseret di Kota Hebron, Tepi Barat.
Setelah ditahan selama 21 hari, al-Juneidi dibebaskan dengan jaminan pada 28 Desember 2017.
Foto al-Juneidi saat ditangkap dengan mata tertutup menjadi viral dan dia pun ditasbihkan sebagai simbol perlawanan Palestina terhadap keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.