Yunus Girgin
ANKARA
Investasi Kementerian Transportasi dan Infrastruktur Turki dari Maret hingga Oktober mencapai USD5,7 miliar karena proyek-proyek negara terus berlanjut di tengah pandemi virus korona.
Sementara seluruh dunia sibuk dengan "perang masker" dalam memerangi Covid-19, Turki meluncurkan proyek-proyek besar yang mengambil semua tindakan melawan pandemi, kata Menteri Transportasi dan Infrastruktur Adil Karaismailoglu kepada Editorial Anadolu Agency pada Kamis di ibu kota Ankara.
Target Turki adalah mengambil bagian di antara ekonomi terbesar, imbuh Karaismailoglu.
Turki merencanakan proyek kereta yang menghubungkan zona industri agar biaya logistik berkurang secara signifikan, kata dia.
Menteri Turki itu juga mengatakan investasi kereta api baru akan membuat Turki menjadi pembangkit tenaga logistik.
Turki memiliki beberapa proyek kargo dan kereta berkecepatan tinggi saat ini, sebut dia.
Dia menekankan angkutan barang dengan jasa kereta api yang saat ini 30 juta ton per tahun akan mencapai 45 juta ton pada 2023 dan 150 juta ton pada 2028.
Kementerian itu berkontribusi pada sektor manufaktur dan pariwisata dengan memperkuat investasi dan kemudahan transportasi.
Dia menambahkan bahwa Turki kini memiliki terowongan sepanjang mencapai 600 kilometer.
"Selama 18 tahun terakhir, total panjang jalan yang dibangun mencapai 27.000-28.000 kilometer dari periode sebelumnya hanya 5.000-6.000 kilometer," tutur dia.
Dia juga mengatakan fase terakhir dari proyek Jalan Raya Marmara Utara akan diluncurkan pada 21 Desember dan jalan raya sepanjang 400 kilometer akan selesai.
Jalan raya dimulai di sisi barat kota metropolitan Turki di Istanbul dan berakhir di provinsi Sakarya, Marmara timur.
Proyek ini juga mencakup Jembatan Yavuz Sultan Selim.
Merujuk pada gempa bumi dahsyat di provinsi Aegean Izmir pada bulan Oktober, dia mengatakan negara dengan infrastruktur koneksinya siap menghadapi bencana alam, dan tidak ada masalah terkait komunikasi di kota yang dilanda gempa tersebut.
Menyinggung sektor penerbangan yang sempat mengalami kesulitan saat pandemi, Karaismailoglu mengatakan industri penerbangan terkena imbasnya selama periode ini.
Menekankan bahwa sektor tersebut mulai pulih di Turki, dia mengatakan Eurocontrol [Organisasi Eropa untuk Keselamatan Navigasi Udara] minggu lalu, Turkish Airlines menduduki peringkat pertama di Eropa dengan 591 penerbangan per-hari.
"Turki juga berada di peringkat keempat dalam jumlah rata-rata penerbangan di Eropa. Kami maju secara serius di sini," ingat dia.
Dia mengingatkan bahwa penerbangan ditangguhkan pada Maret dan dilanjutkan pada Juni dengan langkah-langkah standar tinggi sejalan dengan rekomendasi dari kementerian kesehatan.
Karaismailoglu juga mengatakan satelit 5A Turki akan diluncurkan pada pertengahan Desember.
"Kami merencanakan untuk meluncurkan satelit 5A 5B sekitar Juni 2021, kemudian kecepatan internet akan meningkat menjadi 56 gigabyte," tutur dia.
Turki telah menandatangani perjanjian dengan Airbus pada 2017 untuk produksi satelit komunikasi Turksat 5A dan Turksat 5B.
Negara ini juga sedang mengerjakan Turksat 6A, yang akan diproduksi di dalam negeri.
Turki sedang mempersiapkan infrastrukturnya untuk teknologi 5G dengan sumber lokal, tukas dia.
news_share_descriptionsubscription_contact

