Elena Teslova
22 April 2026•Update: 22 April 2026
Kementerian Luar Negeri Israel mengonfirmasi sekitar 40 warga negaranya sempat ditahan saat pemeriksaan paspor di Bandara Domodedovo, Moskow, Rusia, dalam insiden yang memicu ketegangan diplomatik.
Menurut laporan, para penumpang tersebut ditahan selama sekitar lima jam dan menjalani pemeriksaan oleh otoritas Rusia. Rombongan itu mencakup anak-anak serta sejumlah warga dengan kewarganegaraan ganda.
Petugas keamanan disebut memeriksa ponsel para pengunjung dan mengajukan pertanyaan terkait konflik Iran-Israel.
Dalam proses pemeriksaan, pejabat Rusia dilaporkan menyampaikan bahwa Iran merupakan sekutu Rusia dan musuh Iran dianggap sebagai “musuh Rusia”, serta menyebut kunjungan para penumpang ke Moskow “tidak diinginkan”.
Kementerian Luar Negeri Israel juga mengeluarkan peringatan perjalanan yang menyarankan warganya untuk tidak mengunjungi Rusia.
Namun, dalam pernyataan terpisah, Duta Besar Rusia untuk Israel Anatoly Viktorov membantah tegas tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai “pernyataan yang seragam”.
“Saya dengan tegas menolak pernyataan yang beredar di media tentang ‘penahanan’ dan ‘interogasi’ warga Israel, penolakan akses ke toilet, serta dugaan pertanyaan bermotif politik dari petugas perbatasan Rusia,” ujarnya.
Viktorov juga menilai metode yang digunakan otoritas Rusia tidak sebanding dengan perlakuan yang disebutnya kerap terjadi di Bandara Ben Gurion, Israel, baik saat kedatangan maupun keberangkatan.
“Perlu dicatat bahwa metode yang digunakan petugas layanan perbatasan Rusia tidak dapat dibandingkan dengan apa yang terkadang terjadi di Bandara Ben-Gurion, baik saat tiba maupun berangkat,” katanya.
Diplomat itu menyatakan kesiapan Rusia untuk melanjutkan dialog profesional dengan Israel terkait isu perjalanan antarwarga kedua negara.
Ia juga menyoroti tingginya angka penolakan masuk terhadap warga Rusia ke Israel yang disebutnya masih berada pada tingkat “tidak dapat diterima”, yakni sekitar 2,5 persen selama beberapa tahun terakhir.
“Situasi ini tidak sejalan dengan hubungan Rusia-Israel yang secara umum konstruktif serta kepentingan warga kedua negara,” ujarnya.
Pekan lalu, media melaporkan sekitar 40 warga Israel mengeluhkan pemeriksaan tambahan saat tiba di Moskow, yang dikaitkan dengan tindakan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.