Muhammad Abdullah Azzam
04 Juni 2018•Update: 04 Juni 2018
Hacer Başer
KUWAIT
Qatar setuju untuk menghadiri pertemuan apa pun yang akan digelar oleh Kuwait untuk mencari solusi bagi krisis Teluk, menurut media Qatar.
Hal tersebut disampaikan Emir Qatar Syeikh Tamim bin Hamad Al-Thani melalui surat kepada Amir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad Al-Sabah.
Qatar berharap penyelesaian krisis tersebut bersifat terbuka dan transparan, tanpa prasyarat dan mendikte.
Beberapa minggu lalu, Emir Kuwait Al-Sabah mengirim surat kepada para pemimpin negara-negara Teluk untuk mencari solusi bagi krisis di wilayah itu. Dia berharap dapat menemukan solusi atas krisis tersebut.
Pada 5 Juni 2017, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain secara tiba-tiba memutuskan hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Qatar, yang mereka tuduh mendukung terorisme dan berdiri terlalu dekat dengan kelompok Syiah Iran.
Blok yang dipimpin Saudi telah mengancam akan menjatuhkan sanksi lebih lanjut pada Doha jika yang terakhir gagal untuk menerima daftar panjang tuntutan, termasuk penutupan penyiar televisi Al Jazeera yang berbasis di Qatar.
Qatar membantah tuduhan tersebut dan menilai upaya untuk mengisolasinya dari negara-negara Arab Teluk sebagai sebuah pelanggaran hukum internasional.