Maria Elisa Hospita
15 Januari 2019•Update: 15 Januari 2019
Hiba Sait
ANKARA
Menteri luar negeri Qatar pada Senin menyatakan kesiapan negaranya untuk membahas solusi dalam menyelesaikan krisis yang sedang berlangsung dalam hubungan antar-Arab, yang pertama kali meletus pada 2017.
Pernyataan itu disampaikan oleh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani saat konferensi pers gabungan di Doha dengan Ketua Komisi Uni Afrika Moussa Faki.
"Qatar siap memulai dialog tanpa prasyarat, tetapi dialog berarti bahwa kedua pihak harus berkomitmen untuk menemukan solusi," ujar menlu Qatar seperti dilansir Al Jazeera.
Pada Minggu, para pejabat Qatar membahas masalah ini saat kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo.
Selama pertemuan itu, mereka menekankan pentingnya pemulihan persatuan Arab.
Pada Juni 2017, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Bahrain tiba-tiba serentak memutuskan hubungan dengan Doha, menuduh negara itu mendukung terorisme.
Qatar menampik tuduhan itu, dan menyebut embargo yang dipimpin Saudi sebagai pelanggaran hukum internasional dan kedaulatan nasionalnya.