Maria Elisa Hospita
21 Juni 2019•Update: 23 Juni 2019
Emre Gurkan Abay dan Davit Kachkachishvili
TBILISI, Georgia
Ribuan pengunjuk rasa berkumpul di depan gedung parlemen Georgia pada Kamis untuk menentang kunjungan seorang anggota parlemen Rusia ke negara itu.
Penolakan itu lantaran Sergei Gavrilov, seorang representatif Duma (Kekaisaran Rusia) dari Partai Komunis, berpidato di hadapan majelis dari kursi ketua majelis selama pertemuan tahunan Majelis Antarparlemen tentang Ortodoksi, sebuah forum anggota parlemen dari negara-negara Ortodoks, yang kemudian menggemparkan ibu kota Georgia, Tbilisi.
Bentrokan pun tak bisa dihindari ketika para demonstran memaksa masuk ke dalam gedung.
Polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan massa.
Demonstran yang jumlahnya mencapai lebih dari 10.000 orang itu mendesak Ketua Parlemen Irakli Kobakhidze dan menteri dalam negeri untuk mundur.
Mereka juga menuding pemerintah memiliki kebijakan "tidak efisien" terhadap Rusia.
*Ditulis oleh Sena Guler