Muhammad Abdullah Azzam
21 Juni 2019•Update: 21 Juni 2019
Mustafa Melih Ahıshalı
ISTANBUL
Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Mayor Jenderal Hossein Salami mengatakan bahwa penembakkan terhadap pesawat pengintai tanpa awak milik Amerika Serikat (AS) adalah pesan yang jelas bagi musuh mereka.
Menurut lansiran kantor berita resmi Iran, IRNA, Salami mengungkapkan pesawat pengintai AS pada Kamis melanggar perbatasan negaranya dan Pasukan Garda Revolusi menjatuhkan pesawat mata-mata musuh yang mengancam keamanan nasional.
Salami mengatakan bahwa insiden penjatuhan drone tersebut adalah "pesan yang jelas" kepada penyerang wilayah Iran.
"Perbatasan adalah garis merah kami. Siapa yang melewati itu tidak akan kembali dan akan musnah," ujar Salami.
Dia menambahkan bahwa negaranya tidak berniat berperang dengan negara mana pun tetapi jika terpaksa mereka siap untuk berperang.
Drone milik Angkatan Laut AS MQ-4C Triton ditembak jatuh oleh rudal Iran saat pesawat pengintai itu terbang melintasi Selat Hormuz.
Sebelumnya, Press TV milik pemerintah Iran dan juga Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa pesawat "mata-mata" Global Hawk RQ-4 buatan AS ditembak jatuh di Provinsi Hormozgan, dekat Selat Hormuz.
Ketegangan antara AS dan Iran meningkat setelah Trump menarik diri dari perjanjian nuklir antara Teheran dan kelompok negara-negara P5+1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman).
Pemerintahan Trump terus mengupayakan langkah-langkah untuk membatalkan perjanjian, termasuk penerapan kembali sanksi AS terhadap minyak Iran, yang mulai berlaku penuh bulan lalu.
Sebagai tanggapan, Teheran berjanji untuk terus mengekspor minyak meski ada sanksi AS dan mengancam akan menutup Selat Hormuz jika dicegah menggunakan jalur perairan strategis itu.