Maria Elisa Hospita
11 Desember 2018•Update: 12 Desember 2018
Hiba Sait
TEHERAN
Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa penjualan minyak negaranya selama bulan November telah meningkat meskipun ada sanksi Amerika Serikat.
"Kondisi penjualan minyak Iran tetap baik meskipun ada upaya AS untuk menghentikan pendapatan minyak kami," kata Rouhani dalam sebuah pernyataan.
"Ekspor minyak Iran bernasib jauh lebih baik setelah 5 November dibandingkan sebelum sanksi diberlakukan," tambah dia.
Tanpa menyebutkan angka secara spesifik, Rouhani menyebut laporan yang disampaikan oleh Kementerian Minyak dalam pertemuan pada Selasa "menjanjikan".
Presiden Iran mengatakan penjualan minyak Iran telah meningkat 13% dalam delapan bulan pertama tahun fiskal Iran (Maret hingga November).
Menurut data terbaru yang dirilis oleh Joint Organizations Data Initiative (JODI), ekspor minyak Iran pada bulan Juli mencapai 2,1 juta barel per hari.
Ketegangan meningkat dalam hubungan Washington dan Teheran sejak Mei, ketika Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik partisipasi negaranya dari perjanjian nuklir 2015.
Pada Agustus, AS memberlakukan sanksi putaran pertama yang ditujukan pada sektor perbankan Iran.
Kemudian sanksi putaran keduanya - yang menargetkan sektor energi Iran - mulai berlaku pada 5 November.