Rhany Chairunissa Rufinaldo
15 Januari 2019•Update: 16 Januari 2019
Elena Teslova
MOSKOW
Rusia dan Jepang pada Senin mengadakan pembicaraan putaran pertama soal perjanjian damai yang tidak ditandatangani oleh kedua negara setelah Perang Dunia kedua.
Delegasi Rusia dan Jepang yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov dan Taro Kono bertemu di Moskow.
Perundingan berlangsung selama sekitar enam jam dan tidak menghasilkan resolusi.
Dalam pernyataan terpisah, baik Lavrov dan Kono menyatakan ada ketidaksepakatan yang cukup besar antara kedua negara selama pembicaraan.
"Kami masih memiliki perbedaan yang signifikan. Kami sudah membicarakan hal ini lebih dari satu kali. Tetapi keinginan politik para pemimpin kami untuk sepenuhnya menormalkan hubungan antara Rusia dan Jepang mendorong kami untuk mengintensifkan dialog ini," kata Lavrov.
Menurut Kono, wakil menteri luar negeri kedua negara akan bertemu pada 15 Januari di sela-sela Konferensi Keamanan Munich, untuk melanjutkan pembicaraan.
Masalah ini juga akan menjadi agenda Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dalam pertemuan di Moskow pada 22 Januari.
Penandatanganan perjanjian damai antara Rusia dan Jepang terhambat oleh sengketa teritorial atas Kepulauan Kuril, yang belum terselesaikan sejak Perang Dunia kedua.
Tokyo mengklaim sejumlah pulau sebagai miliknya, sementara Moskow menegaskan bahwa pulau-pulau itu jatuh ke tangannya pada 1945 ketika sekutu, yang kalah dalam Perang Rusia-Jepang 1904-1905, sepakat untuk mengembalikan pulau-pulau itu sebagai imbalan atas partisipasi pasukan Soviet dalam perang melawan Jepang.
Pihak berwenang Rusia prihatin atas kemungkinan penempatan sistem rudal AS di pulau-pulau tersebut jika mereka kembali ke tangan Jepang.