Rhany Chairunissa Rufinaldo
15 Januari 2019•Update: 16 Januari 2019
Barry Ellsworth
TRENTON, Kanada
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengutuk hukuman mati yang dijatuhkan kepada seorang warga negara Kanada di pengadilan China pada Senin.
Trudeau mengatakan negara-negara lain harus turut prihatin tentang putusan yang diberikan kepada Robert Lloyd Schellenberg, yang dinyatakan bersalah atas penyelundupan narkoba.
"Sangat mengkhawatirkan bagi kami sebagai pemerintah, bahwa China memilih untuk menerapkan hukuman mati secara sewenang-wenang ... seperti dalam kasus ini, terhadap seorang warga Kanada," tutur dia kepada wartawan setelah putusan Pengadilan Rakyat Menengah Dalian diumumkan.
Trudeau menambahkan bahwa Kanada akan terus berdiskusi dengan pihak sekutu dan China tentang masalah ini.
Schellenberg ditangkap pada 2014 dan diadili pada 2016 karena diduga terlibat dalam penyelundupan 222 kilogram metamfetamin dari China ke Australia.
Pada saat itu, dia menerima hukuman 15 tahun penjara, meskipun dia mengatakan bahwa dirinya hanyalah seorang turis yang ditipu.
Schellenberg mengajukan banding dan pengadilan memutuskan untuk melakukan proses peradilan baru.
Pada Senin, para jaksa berpendapat bahwa hukuman awal yang dia terima terlalu ringan, mengingat besarnya jumlah narkoba yang dibawanya dan pengadilan memutuskan untuk menjatuhkan hukuman mati.
Para pejabat Kanada mengklaim bahwa hukuman itu adalah balasan atas penangkapan eksekutif senior Huawei Meng Wanzhou pada Desember.
Dia ditahan di Vancouver atas permintaan pemerintah AS yang menginginkannya menghadapi tuduhan penipuan di Amerika Serikat.
Meng kemudian dibebaskan dengan jaminan sambil menunggu sidang ekstradisi.
Mantan diplomat Kanada Ben Rowswell, Kepala Penasihat Dewan Internasional Kanada, pada Senin mengatakan kasus Schellenberg akan menjadi agenda utama bagi para pejabat Kanada.
"Mereka akan melakukan segala kemungkinan dalam saluran diplomatik tertutup dan rahasia untuk mencapai resolusi," katanya.