Huseyin Erdogan
21 September 2017•Update: 21 September 2017
Huseyin Erdogan
ANKARA
Perusahaan nuklir Rusia, Rosatom, dan Kamboja baru saja menandatangani sebuah perjanjian kerja sama antar pemerintah mengenai penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai di Wina, Austria, Selasa.
Kesepakatan itu dilakukan di sela-sela Konferensi Umum Badan Energi Atom Internasional ke-61 (IAEA).
Rosatom mengumumkan kesepakatan tersebut bertujuan untuk kerjasama bilateral antara Rusia dan Kamboja dalam pendidikan dan pelatihan nuklir, penelitian mendasar dan terapan, penggunaan teknologi iradiasi di bidang manufaktur, kedokteran, pertanian dan perlindungan lingkungan.
Dokumen kerja sama itu juga disebut-sebut akan membuka kemungkinan dibuatnya proyek strategis berskala besar untuk tenaga nuklir Kamboja.
Kedua pihak, menurut Rosatom, sepakat untuk membentuk sebuah komite koordinasi untuk menindaklanjuti pelaksanaan dari kesepakatan tersebut.
Penandatanganan kesepakatan disaksikan oleh Direktur Jenderal Rosatom Alexey Likhachev, Wakil Direktur Jenderal Rosatom Nikolay Spassky dan Menteri Luar Negeri Kamboja Tekreth Samrach.
Kesepakatan ini menjadi usaha pertama Kamboja untuk memanfaatkan energi nuklir. Kamboja telah dikenal sebagai negara yang bergantung pada impor energi karena tingginya permintaan domestik.