Rhany Chairunissa Rufinaldo
11 Januari 2019•Update: 12 Januari 2019
Firdevs Yuksel
ANKARA
Anak perusahaan bahan bakar milik Perusahaan Energi Atom Negara Rusia (Rosatom), TVEL, menandatangani perjanjian dengan CNLY, dari Korporasi Nuklir Nasional China (CNNC), tentang pasokan bahan bakar berbasis uranium untuk reaktor neutron cepat di China, menurut Rosatom, Kamis.
Kontrak kerja sama bahan bakar itu ditandatangani sebagai bagian dari perjanjian antara kedua negara mengenai pembangunan bersama dan operasi reaktor neutron cepat CFR-600 yang sedang dibangun di provinsi Fujian, China, kata perusahaan itu.
Kontrak tersebut mencakup pengisian awal bahan bakar nuklir, serta pasokan bahan bakar selama tujuh tahun pertama operasi reaktor.
Konstruksi reaktor dimulai pada Desember 2017 dan diharapkan dapat mulai beroperasi pada 2023.
Asosiasi Nuklir Dunia mengatakan bahwa China memproyeksikan reaktor neutron cepat sebagai teknologi utama untuk masa depan dan CNNC berharap mereka bisa menjadi teknologi yang umum pada pertengahan abad ini.
Presiden TVEL Natalia Nikipelova berkomitmen untuk menjalin kerja sama menyeluruh dengan China di bidang reaktor neutron cepat dan penutupan siklus bahan bakar nuklir.
"Portofolio kami dengan China juga mencakup kontrak untuk pasokan bahan bakar berbasis uranium untuk Reaktor Cepat Eksperimental China (CEFR), yang proses pengiriman bahan bakarnya sudah berlangsung," tambahnya.