04 Oktober 2017•Update: 05 Oktober 2017
Sorwar Alam
ANKARA
Dua per tiga karyawan perempuan Taiwan mengatakan ingin membuka usaha sendiri, lapor media setempat berdasarkan sebuah survei.
Menurut hasil survei yang dirilis pada Selasa, 66,8 persen pegawai perempuan di negara itu ingin memiliki bisnis sendiri, tepatnya bisnis kecil minim teknologi, kata kantor berita Focus Taiwan.
Survei itu dilakukan oleh portal cari kerja terkenal di Taiwan, 1111 Job Bank, antara 13 September dan 2 Oktober. Mereka mendapatkan respons dari 1.048 perempuan di seluruh Taiwan.
Hasil survei menunjukkan 39,1 persen responden mengatakan ingin membuka usaha sendiri agar bisa memiliki jadwal yang fleksibel, sedangkan 32,9 persen mengatakan itu adalah cara menghasilkan uang yang lebih santai.
Selain itu, 28,4 persen perempuan yang merespons mengatakan mengalami kesulitan ketika minta naik gaji di kantor.
Di antara mereka yang ingin memiliki bisnis sendiri, 35,1 persen mempertimbangkan bisnis online; 34,2 persen ingin membuka bisnis makanan unik; dan 28 persen ingin menjual minuman.
Beberapa faktor utama yang mendorong para perempuan itu ingin membuka usaha sendiri adalah gaji yang tak kunjung naik dan perbedaan gaji dengan karyawan lelaki, kata Henry Ho, wakil ketua tim survei.
Menurut data pemerintah yang dilansir dari Focus Taiwan, gaji median bagi karyawan perempuan adalah USD 1.230 yang dianggap lebih rendah dibandingkan karyawan lelaki yang rata-rata memperoleh USD 1.445.