Muhammad Abdullah Azzam
15 Desember 2020•Update: 16 Desember 2020
Emin Avundukluoglu
ANKARA
Sanksi yang akan dijatuhkan Uni Eropa (UE) tak akan mengubah posisi Turki untuk membela haknya di Mediterania Timur, kata menteri luar negeri Turki pada Senin.
"Kami tak mungkin menyerahkan hak dan kepentingan kami di Mediterania Timur hanya karena sanksi yang akan datang atau karena UE akan mengkritik kami," kata Menlu Mevlut Cavusoglu kepada anggota parlemen selama pembicaraan anggaran 2021 di parlemen Turki.
"Jika tidak ada yang bisa melawan Turki di Suriah, Libya, Mediterania Timur, Kaukasus, atau Afghanistan, ini berasal dari kebijakan luar negerinya yang aktif," ungkap Cavusoglu sambil memuji kebijakan luar negeri Turki.
Turki akan terus mendukung dialog dalam kebijakan luar negerinya, imbuh dia.
"Kami berupaya untuk melindungi kepentingan negara kami, tetapi kami juga selalu memberikan perdamaian dan keadilan di lapangan," ujar dia.
Turki, yang memiliki garis pantai kontinental terpanjang di Mediterania Timur, menolak klaim batas maritim Yunani dan Siprus Yunani, menekankan bahwa klaim yang berlebihan ini melanggar hak kedaulatan Turki dan Siprus Turki.
Ankara mengirim kapal bor dalam beberapa bulan terakhir untuk mengeksplorasi sumber daya energi di Mediterania Timur, menegaskan haknya sendiri di wilayah tersebut, serta hak milik Republik Turki Siprus Utara.
Para pemimpin Turki telah berulang kali menekankan bahwa Ankara mendukung penyelesaian semua masalah yang luar biasa di kawasan itu melalui hukum internasional, hubungan bertetangga yang baik, dialog, dan negosiasi.