Rhany Chairunissa Rufinaldo
22 November 2019•Update: 22 November 2019
Yusuf Ozcan
PARIS
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyoroti pentingnya Turki bagi aliansi itu dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Prancis Le Figaro pada Kamis.
"Semua sekutu telah mengkritik operasi itu, tetapi tidak ada yang mempertanyakan posisi Turki di NATO," kata Stoltenberg kepada surat kabar itu, merujuk pada Operasi Mata Air Perdamaian yang diluncurkan oleh Turki pada Oktober.
Dia mengatakan bahwa Turki bergabung dengan perjuangan melawan Daesh dengan membiarkan sekutu menggunakan pangkalannya.
Stoltenberg mencatat bahwa Turki merupakan satu-satunya negara di NATO di perbatasan dengan Suriah dan Irak.
“Turki menampung 3,6 juta migran. Turki sangat penting bagi NATO. Untuk memahami ini, [kita] perlu melihat peta dan memeriksa situasi geostrategis di Turki," ujar dia.
Stoltenberg juga berbicara tentang kritik Presiden Prancis Emmanuel Macron tentang aliansi itu, di mana Macron menggambarkan NATO sebagai "mati otak".
“NATO sangat penting untuk masalah keamanan. Hal itu dibuktikan dengan upayanya melindungi hampir satu miliar orang selama beberapa dekade,” tutur dia.
Stoltenberg menekankan bahwa NATO bukan pesaing Uni Eropa.
Dia juga menambahkan bahwa Kanada, Inggris, Islandia, Norwegia, Turki dan AS memainkan peran penting dalam keamanan Eropa.