Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
07 Januari 2020•Update: 08 Januari 2020
Michael Hernandez
WASHINGTON
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Senin mendesak para pemimpin dunia untuk melakukan pengendalian maksimal di tengah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang mencapai puncaknya akibat pembunuhan Qasem Soleimani.
Guterres mengatakan kepada wartawan di markas besar PBB di New York bahwa dia telah mengawasi peningkatan ketegangan global baru-baru ini dengan keprihatinan besar.
Dia mengatakan kontak dengan para pemimpin global terus-menerus dilakukan ketika ketegangan meningkat.
"Pesan saya sederhana dan jelas: hentikan eskalasi, lakukan pengendalian maksimal, mulai kembali dialog, perbarui kerja sama internasional," kata Guteres.
Dia mengimbau semua pihak untuk tidak melupakan penderitaan manusia yang mengerikan akibat perang.
"Seperti biasa, orang awam membayar harga tertinggi. Sudah menjadi kewajiban kita untuk menghindarinya," tutur Sekjen PBB.
Guterres tidak secara eksplisit menyebut AS atau Iran selama sambutan singkatnya, tetapi ketegangan bilateral itu menjadi sorotan global setelah kematian Qasem Soleimani yang tewas dalam serangan udara AS Jumat lalu.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, yang menganugerahkan kehormatan kepada Soleimani tahun lalu, bersumpah akan melakukan pembalasan kejam dalam menanggapi pembunuhan sang jenderal.
Soleimani telah lama menjadi komandan Pasukan Quds, sebuah unit di bawah Korps Garda Revolusi Islam.
Pasukan itu ditetapkan Amerika Serikat sebagai kelompok teroris sejak 2007 dan diperkirakan memiliki 20.000 anggota.
Pembunuhan Soleimani meningkatkan ketegangan antara AS dan Iran secara dramatis, meskipun selama ini hubungan kedua negara sering memanas sejak 2018, ketika Presiden Donald Trump memutuskan untuk menarik Washington secara sepihak dari pakta nuklir 2015.
Iran mengumumkan pada Minggu bahwa mereka juga akan berhenti mematuhi perjanjian nuklir 2015.