Maria Elisa Hospita
05 Agustus 2019•Update: 06 Agustus 2019
Aness Suheil Barghoti
YERUSALEM
Selama bulan Juli 2019, lebih dari 2.200 pemukim Yahudi memaksa masuk ke kompleks Masjid al-Aqsa di Yerusalem Timur.
"Sekitar 2.233 pemukim Yahudi bersama dengan personel keamanan Israel menyerbu kompleks itu bulan lalu," kata LSM Wadi Hilweh Information Center dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin.
Otoritas Israel juga melarang 14 warga Palestina, termasuk dua anak di bawah umur dan dua perempuan, memasuki situs suci itu bulan lalu.
Israel menduduki Yerusalem Timur selama Perang Timur Tengah 1967, sebelum akhirnya menguasai seluruh wilayah kota itu pada 1980.
Israel juga mengklaim Yerusalem Timur sebagai ibu kota Yahudi yang "abadi dan tak terbagi".
Yerusalem masih menjadi poros konflik Timur Tengah yang telah berlangsung selama beberapa dasawarsa, karena orang-orang Palestina mengharapkan Yerusalem Timur nantinya dapat berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina.