Rhany Chairunissa Rufinaldo
30 Oktober 2020•Update: 31 Oktober 2020
Ruslan Rehimov
BAKU, Azerbaijan
Azerbaijan mengumumkan bahwa pasukannya telah menghalau serangan malam Armenia dari berbagai arah di garis depan.
Dalam sebuah pernyataan pada Jumat, Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengatakan bentrokan itu kebanyakan terjadi di sekitar Aghdara, Khojavand dan Gubadli.
Azerbaijan juga melumpuhkan banyak pasukan Armenia, serta dua pesawat serang darat SU-25, tiga tank T-72, kendaraan infanteri lapis baja, dua Smerch dan satu Grad Multiple Launch Rocket System (MLRS), 10 jenis artileri yang berbeda, howitzer Gvozdika, sistem rudal anti-pesawat OSA, dan sistem radar P-18.
"Garis depan berada di bawah kendali tentara Azerbeijain," tambah kementerian.
-Konflik Karabakh
Gencatan senjata yang kedua di Nagorno-Karabakh dimulai pada 27 September.
Hubungan antara kedua negara bekas Uni Soviet itu tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Upper Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.
Sekitar 20 persen wilayah Azerbaijan berada di bawah pendudukan ilegal Armenia selama hampir tiga dekade.
OSCE Minsk Group - diketuai bersama oleh Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat - dibentuk pada 1992 untuk menemukan solusi damai atas konflik tersebut, tetapi upaya itu tak kunjung berhasil.
Gencatan senjata kemudian disetujui pada 1994.
Sejumlah resolusi PBB serta organisasi internasional telah menuntuk penarikan pasukan pendudukan dari wilayah tersebut.