Maria Elisa Hospita
15 Februari 2018•Update: 15 Februari 2018
Adel al-Thabti
TUNISIA
Otoritas Jepang telah merevisi larangan perjalanan untuk Tunisia yang berlaku sejak tiga tahun lalu, menyusul sebuah serangan teror, yang menewaskan 3 warga Jepang, kata Kementerian Luar Negeri Tunisia.
"Otoritas Jepang memutuskan untuk mengubah peringatan perjalanannya untuk Tunisia," kata kementerian lewat pernyataan yang dirilis Selasa.
Peringatan perjalanan pertama kali dikeluarkan oleh pemerintah Jepang pada 2015, setelah adanya serangan teror ke Museum Bardo Tunisia yang menewaskan 21 orang, termasuk tiga wisatawan asal Jepang.
Tiga bulan kemudian, serangan lainnya kembali terjadi di sebuah pantai di kota pesisir Sousse, hingga menewaskan 38 wisatawan asing.
Menurut pernyataan kementerian, Jepang kini telah mengklasifikasi ulang beberapa wilayah Tunisia dari kategori tingkat 2 ("disarankan hanya untuk perjalanan penting saja") ke tingkat 1 ("tujuan aman").
"Pemerintah Jepang mendasarkan keputusan mereka pada situasi keamanan yang telah berangsur baik dan tidak adanya operasi teroris di wilayah-wilayah yang terdaftar dalam larangan perjalanan 2015," jelas pernyataan tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah negara telah mencabut larangan perjalanan ke Tunisia, di antaranya Denmark, Norwegia, Islandia, Finlandia, dan Belgia.