Muhammad Abdullah Azzam
24 Juli 2019•Update: 25 Juli 2019
Serdar Bitmez, Gülşen Topçu
DOHA
Menteri Luar Negeri Somalia Ahmed Issa Awad mengungkapkan Qatar tidak terlibat dalam serangan teroris di negaranya pada Mei lalu, tidak seperti yang diberitakan harian The New York Times.
Dalam wawancara dengan American Voice Radio (VOA), Awad mengeluarkan pernyataan soal tudingan harian The New York Times yang mengatakan Qatar berada di belakang serangan teroris di kota Bosaso, Somalia.
Menlu Awad mengatakan bahwa pernyataan dari pemerintah Qatar melalui kedubes mereka di Mogadishu yang membantah berita harian AS itu telah meyakinkan mereka.
Awad mengungkapkan bahwa Qatar tidak mendukung aksi terorisme dan pemerintahnya berpikir negara tersebut tidak memiliki hubungan dengan ledakan di Somalia atau Wilayah Otonomi Puntland.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Lulwa al-Hatir mengatakan dalam akun Twitternya bahwa berita yang menuding Qatar terlibat dalam serangan teroris di Somalia pada Mei lalu menyesatkan dan sama sekali tidak memiliki dasar.
Al-Hatir menegaskan bahwa negaranya di luar negeri mengadopsi kebijakan untuk menjaga stabilitas dan kemakmuran dan tidak mencampuri urusan internal.
NYT dalam laporannya mengatakan bahwa dalam dua tahun terakhir Somalia menjadi medan konflik antara Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA).
Surat kabar AS itu mengaku memperoleh rekaman percakapan telepon antara Duta Besar Qatar untuk Somalia Hasan bin Hamza bin Hashim dan pengusaha Qatar Khalifa Kayed Al-Mohannadi, yang disebut-sebut “orang dekat” Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad.
Harian AS tersebut menuding Qatar menginstruksikan milisi mereka untuk menyerang dan mengusir UEA dari pelabuhan di Bosaso.