Umar İdris
11 November 2019•Update: 11 November 2019
Muhammed Emin Canik
BUENOS AIRES
Presiden Bolivia Evo Morales, Ahad, mengatakan "surat perintah penangkapan ilegal" telah dikeluarkan untuknya dan rumahnya diserang massa setelah pengunduran dirinya secara paksa.
Berbicara di media sosial, Morales mengatakan "komplotan pengkudeta" telah menghancurkan demokrasi Bolivia.
Pemimpin oposisi Luis Fernando Camacho, presiden Komite Sipil Pro Santa Cruz sayap kanan, mengkonfirmasi di akun Twitter-nya bahwa surat perintah penangkapan telah dikeluarkan untuk Morales.
Dia mengatakan pasukan keamanan sedang mencari Morales dan militer telah merebut pesawat kepresidenan.
Pemilihan presiden diadakan di Bolivia pada 20 Oktober dan Morales memperoleh 47,8% suara, mengamankan kemenangan di babak pertama. Namun pihak oposisi mengklaim ada "penipuan" dan beberapa pihak mendesak para pendukung untuk turun ke jalan.
Setelah oposisi menyerukan untuk membatalkan pemilihan, Morales mengumumkan akan ada pemilihan baru, tetapi pendukung oposisi mengatakan mereka akan melanjutkan protes sampai pemilihan tanpa Morales diadakan.
Pada hari Minggu, Kepala Angkatan Darat Bolivia Williams Kaliman meminta Morales untuk mengundurkan diri dalam pidato nasional yang disiarkan secara langsung.
Morales mengatakan dia mengundurkan diri dan "kudeta" telah dilakukan terhadapnya. Dia mengatakan telah membuat keputusan untuk mencegah Camacho dan Carlos Mesa, mantan presiden Bolivia, mengeluarkan instruksi lebih lanjut kepada para pendukung mereka untuk menyerang warga Bolivia.
* Menulis oleh Ali Murat Alhas