Rhany Chairunissa Rufinaldo
27 Maret 2019•Update: 27 Maret 2019
Betul Yuruk
NEW YORK
Suriah menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan pertemuan darurat soal Dataran Tinggi Golan, menurut sejumlah sumber diplomatik.
Desakan Suriah muncul menyusul keputusan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan yang diduduki.
Pada Senin, Trump menandatangani proklamasi presiden yang secara resmi mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel.
PBB mengatakan status hukum Golan akan tetap tidak berubah - terlepas dari pengumuman Trump - dan akan tetap dianggap sebagai wilayah pendudukan di bawah hukum internasional.
Israel merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah selama Perang Enam Hari pada 1967.
Negara itu menduduki sekitar dua pertiga Dataran Tinggi Golan sebagai dampak konflik.
Mereka secara resmi pindah dengan mencaplok wilayah itu pada 1981, aksi tersebut ditolak oleh Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat.