Maria Elisa Hospita
31 Juli 2019•Update: 01 Agustus 2019
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Setengah dari partisipan survei (51 persen) di Amerika menganggap Presiden Donald Trump rasis.
Sementara itu, 45 persen lainnya tidak menganggap demikian.
"Hasil survei itu ternyata dipengaruhi oleh agama. Hanya 21 persen kaum Injili kulit putih percaya bahwa Presiden Trump rasis," jelas Mary Snow, analis survei yang dibuat oleh Quinnipiac University.
Mengenai kebijakan imigrasi Trump, 49 responden mengatakan kebijakan itu dimotivasi oleh "niat tulus untuk mengendalikan perbatasan".
Di sisi lain, 41 persen lainnya meyakini kebijakan imigrasi itu dimotivasi oleh "rasisme".
Survei itu berlangsung selama 25-28 Juli dengan mensurvei 1.306 responden secara nasional.
Hasil survei tersebut dirilis dua pekan setelah Trump melontarkan komentar ofensif ke empat anggota kongres perempuan, Alexandria Ocasio-Cortez, Ilhan Omar, Rashida Tlaib, dan Ayanna Pressley.
Pada 14 Juli, Trump mencuit yang isinya menyuruh para perempuan itu untuk kembali ke negara mereka masing-masing yang "bobrok dan penuh tindak kejahatan".
"Cuitan itu sama sekali bukan rasis. Saya sama sekali tak punya niatan seperti itu," tandas Trump.