Maria Elisa Hospita
11 Desember 2019•Update: 12 Desember 2019
Aurore Bonny
MAROUA, Kamerun
Sedikitnya 275 orang terbunuh dalam serangan Boko Haram di wilayah Far North, Kamerun, antara Januari - November 2019.
Dalam laporan terbarunya, Amnesty International mengungkapkan bahwa data tersebut diperolehnya dari penelitian lapangan selama dua pekan di Maroua dan Mokolo, Afrika Tengah.
Menurut kelompok pejuang HAM itu, sebanyak 225 korban di antaranya adalah warga sipil.
Samira Daoud, direktur regional Amnesty International untuk Afrika Barat dan Afrika Tengah, mengungkapkan orang-orang di kawasan itu "hidup dalam teror" dan "merasa ditelantarkan".
"Masalahnya adalah Boko Haram selalu melancarkan serangan mendadak di daerah-daerah pinggiran, sementara pasukan keamanan berada di pusat kota. Butuh waktu yang cukup lama untuk sampai di sini. Sesampainya di sini, mereka sudah terlambat," tutur Amnesty International yang mengutip keterangan seorang saksi mata.
Meskipun Presiden Kamerun Paul Biya mendesak gencatan senjata pada 9 Januari, namun serangan kelompok pemberontak kembali meletus baru-baru ini di Far North.
Biya mengatakan bahwa Boko Haram tidak lebih dari ancaman residual karena telah didorong di luar perbatasan negara.