Mumin Altas
06 Januari 2018•Update: 06 Januari 2018
Mumin Altas
ANKARA
Turki menganggap keanggotaan Uni Eropa (UE) sebagai sebuah "tujuan strategis", kata juru bicara Presiden Ibrahim Kalin, Kamis.
"Turki memandang keanggotaan UE sebagai tujuan strategis, Namun, dalam beberapa tahun terakhir, belum banyak kemajuan yang dicapai dalam hal ini karena berbagai alasan," kata Kalin kepada France 24.
"Kami ingin mengatasi masalah ini dan membuka lembaran baru," tambah dia.
Turki telah mengajukan keanggotaan pada 1987 dan memulai perundingan aksesi pada 2005. Namun, perundingan terhenti pada 2007 karena pemerintah Siprus Yunani di pulau Siprus yang terbagi menyatakan keberatan, juga ditentang oleh Jerman dan Prancis.
Untuk mendapatkan keanggotaan, Turki harus berhasil menyelesaikan negosiasi untuk 35 bab kebijakan yang meliputi reformasi dan penerapan standar Eropa.
Pada Mei 2016, 16 bab telah dibuka dan satu diselesaikan. Namun, pada Desember 2016, negara-negara anggota UE mengatakan tidak akan ada bab baru yang dibuka.
Pernyataan Kalin dikeluarkan sehari sebelum kunjungan Presiden Recep Tayyip Erdogan ke Paris. Ia mengatakan, Erdogan dan Presiden Prancis Emmanuel Macron akan membahas masalah regional dan bilateral, termasuk Suriah.
"Sementara proses transisi politik [di Suriah] terus berlanjut, kami berupaya untuk melanjutkan proses Astana dan Jenewa dan menempatkannya di bawah naungan PBB," jelas Kalin.
Ia juga mengatakan bahwa isu-isu yang berkaitan dengan kondisi keamanan di Irak dan perang melawan terorisme akan dibahas di Paris.