Muhammad Abdullah Azzam
03 Desember 2020•Update: 04 Desember 2020
Shadi Khan Saif
KABUL
Pemerintah Afghanistan dan Taliban pada Rabu mengonfirmasi bahwa mereka telah menyetujui prosedur pembicaraan intra-Afghanistan.
Kedua belah pihak mengumumkan kesepakatan bersejarah dalam sebuah cuitan bersama di Twitter berbahasa Pashto, Persia, Arab, dan Inggris dari Doha, Qatar.
"Prosedur termasuk pembukaan Negosiasi Intra-Afghanistan telah diselesaikan dan mulai sekarang, negosiasi akan dimulai pada agenda," cuit Mohammad Naeem, juru bicara kantor Taliban di Qatar, dan Nader Nadery, anggota dari tim negosiasi Republik Islam Afghanistan.
"Negosiasi kedua tim menunjukkan bahwa ada kemauan di antara warga Afghanistan untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan dan kedua pihak berkomitmen untuk melanjutkan upaya tulus mereka untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan di Afghanistan," tutur mereka.
Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani juga menyambut baik terobosan tersebut. Menurut pihak Ghani, itu adalah langkah maju yang mengakui keinginan rakyat negara itu untuk memastikan gencatan senjata demi perdamaian abadi.
Tindakan itu segera dipuji oleh negosiator perdamaian utama pemerintah Afghanistan, Abdullah Abdullah.
"Saya menyambut langkah besar awal yang diambil di Doha hari ini untuk menyetujui kerangka prosedural yang membuka jalan untuk diskusi tentang agenda perdamaian. Saya berterima kasih kepada tim negosiasi republik, semua fasilitator & tuan rumah Qatar atas dukungan mereka yang berharga," ungkap Abdullah, Kepala Dewan Tinggi Rekonsiliasi Nasional.
Ini adalah perkembangan besar pertama sejak peluncuran pembicaraan intra-Afghanistan antara pemerintah Kabul dan Taliban di ibu kota Qatar, Doha pada 12 September.
Abdullah baru-baru ini mengunjungi Turki, Pakistan, India, Iran dan Uzbekistan untuk melobi proses perdamaian di negara yang dilanda perang itu.
Tetangga barat Afghanistan, Pakistan, juga memuji pengumuman tersebut sebagai "langkah positif penting lainnya."
"Perjanjian tersebut mencerminkan tekad bersama dari semua pihak untuk mengamankan penyelesaian konflik. Ini merupakan perkembangan penting yang berkontribusi terhadap hasil yang sukses dari negosiasi Intra-Afghanistan, yang kita semua harapkan," sebut pernyataan kemlu negara itu.
Islamabad mengatakan akan terus mendukung negosiasi Intra-Afghanistan, yang berpuncak pada solusi politik yang "inklusif, berbasis luas dan komprehensif" yang membuka jalan bagi Afghanistan yang damai, stabil dan makmur.