Zahid Rafiq
SRINAGAR, Jammu dan Kashmir
Tentara India membunuh 3 warga sipil, termasuk seorang gadis, dan melukai 5 orang lainnya dalam kontak senjata dengan pengunjuk rasa di distrik Kulgam, selatan Kashmir pada Sabtu, menurut polisi.
Warga sipil yang tewas adalah seorang gadis berusia 16 tahun bernama Andleeb Jan.
Pasukan India juga membunuh warga sipil lainnya bernama Irshad Ahmad, 20 tahun dan Shabir Ahmad, 22 tahun.
Korban tewas dan luka-luka langsung dilarikan ke Pusat Kesehatan di Frisal, Dr. Aijaz Ahmad, ungkap seorang dokter setempat.
Dalam sebuah pernyataan, polisi mengatakan sebuah patroli tentara di Distrik Kulgam yang melintasi wilayah Hawoora Mishipora dilempari dengan batu.
Akibatnya usaha tentara membubarkan aksi tersebut mengakibatkan 5 orang terluka. Sementara 3 orang lainnya tewas, termasuk sang gadis.
Segera setelah pembunuhan tersebut, saluran internet dihentikan di 4 wilayah bagian selatan yakni Anantnag, Kulgam, Shopian dan Pulwama.
Ketua Umum Organisasi Konferensi Hurriyat Mirwaiz Umar Farooq mengutuk pembunuhan tersebut.
Dalam cuitan di akun twitternya, Farooq mengatakan: “Menembakkan peluru, membunuh pemuda dan pemudi merefleksikan #LampuHijau kepada #IndianArmedForces untuk mengeyahkan warga Kashmir dengan kekebalan hukum demi mempertahankan wilayah mereka. Betapa beraninya mereka membantai warga yang tidak setuju! #Kashmiris menolak untuk tunduk oleh kekuatan warga India”.
Sementara itu, kelompok – kelompok pro kemerdekaan politik dan agama menyerukan protes melawan penangkapan pemimpin-pemimpin mereka oleh otoritas India.
Pada Jumat, pemimpin Dukhtaran-e-Millat Asiya Andrabi ditahan oleh Badan Penyelidikan Nasional India.
Kashmir, wilayah Himalaya dengan mayoritas peduduk Muslim, terbagi menjadi area yang diduduki India dan Pakistan, serta sebagian kecil diduduki Tiongkok.
India dan Pakistan telah berperang 3 kali – pada 1948, 1965 dan 1971 – sejak berpisah pada 1947.
Di Siachen Gletser, sebelah utara Kashmir, tentara India dan Pakistan telah bertempur sejak 1984. Gencatan senjata diterapkan pada 2003
Beberapa kelompok Kashmir di Jammu dan Kashmir terus berjuang untuk kemerdekaan dari kuasa India, atau untuk bergabung dengan Pakistan.
Menurut beberapa organisasi hak asasi manusia, ribuan orang telah terbunuh dalam konflik di wilayah tersebut sejak 1989.
news_share_descriptionsubscription_contact
