Muhammad Abdullah Azzam
18 Juni 2020•Update: 18 Juni 2020
Cheena Kapoor
NEW DELHI, India
Perdana Menteri Narendra Modi berbicara tentang perdamaian dengan China setelah bentrokan pasukan kedua negara di Jammu Kashmir yang menewaskan sedikitnya 20 tentara India awal pekan ini.
"India menginginkan perdamaian tetapi dia mampu memberikan jawaban yang tepat jika diprovokasi, dalam situasi apa pun," kata Modi dalam konferensi video dengan Menteri Dalam Negeri Amit Shah dan menteri-menteri dari 15 negara bagian, termasuk Delhi, dan wilayah persatuan.
Dalam pidato pembukaannya, Modi menyatakan turut berduka cita atas tewasnya 20 tentara India, termasuk seorang kolonel, dalam pertempuran sengit antara kedua negara pada Senin malam.
“Saya ingin meyakinkan bangsa kami bahwa pengorbanan rahang kita tidak akan sia-sia. Bagi kami, persatuan dan kedaulatan negara adalah yang paling penting. Seluruh negara bersama keluarga mereka yang mengorbankan hidup mereka untuk negara," kata Modi.
Dia juga menunjukkan bahwa India tidak memusuhi siapa pun tetapi juga tidak mengkompromikan kedaulatannya.
Sebelumnya pada hari itu, pemimpin partai oposisi Kongres Rahul Gandhi bertanya kepada Modi tentang strategi pemerintah.
“Mengapa Perdana Menteri diam? Kenapa dia bersembunyi? Cukup sudah. Kita perlu tahu apa yang terjadi. Beraninya China membunuh prajurit kita? Beraninya mereka mengambil tanah kita?” cuit Gandhi.
Terjadi peningkatan eskalasi pada Senin setelah berminggu-minggu ketegangan di sepanjang Garis Kontrol Aktual (LAC), perbatasan de facto antara kedua negara.
Sebanyak 20 tentara India terbunuh dalam pertempuran sengit dengan China di sepanjang perbatasan di daerah Ladakh di Jammu dan Kashmir yang disengketakan pada Senin.
Bentrokan itu terjadi di tengah proses de-eskalasi di Lembah Galwan, Ladakh, di mana kedua pasukan terlibat bentrok sejak awal Mei.
Ketegangan perbatasan antara kedua negara telah ada selama lebih dari tujuh dekade.
China mengklaim wilayah di timur laut India, sementara New Delhi menuduh Beijing menduduki wilayahnya di dataran tinggi Aksai Chin di Himalaya, termasuk sebagian dari wilayah Ladakh.