Hüseyin Cem Dağıstanlı, Muhammed Emin Canik, Büşranur Keskinkılıç
26 Juni 2026•Update: 26 Juni 2026
Pesawat yang membawa tim pencarian dan penyelamatan serta bantuan kemanusiaan dari Turkiye telah lepas landas dari Bandara Ataturk Istanbul menuju Venezuela untuk membantu penanganan dampak dua gempa besar yang mengguncang negara tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Kedaruratan (AFAD) Provinsi Istanbul Prof. Dr. Haluk Özener menyampaikan hal itu dalam keterangannya di Bandara Ataturk Istanbul sebelum keberangkatan pesawat.
Özener mengatakan persiapan dilakukan setelah dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah Yaracuy, Venezuela, dalam selang waktu 39 detik. Persiapan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan Nasional, Kementerian Kesehatan, Direktorat Jenderal Urusan Keamanan Kepresidenan, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Ia mengatakan hasil koordinasi dengan Staf Umum Angkatan Bersenjata Turkiye menghasilkan penugasan satu pesawat angkut militer A-400M untuk membawa tim bantuan ke Venezuela.
"Dalam tim ini terdapat 37 personel AFAD dari Istanbul, Izmir, dan Denizli yang bertugas dalam pencarian, penyelamatan, dan bantuan kemanusiaan, enam personel Tim Medis Penyelamatan Nasional (UMKE) dari Kementerian Kesehatan, dua personel Bulan Sabit Merah Turkiye (Kizilay), dua anjing pelacak, serta dua kendaraan pencarian dan penyelamatan yang dilengkapi peralatan.
Selain itu, Staf Umum Angkatan Bersenjata juga menugaskan satu pesawat serupa untuk mengangkut 20 personel Brigade Bantuan Kemanusiaan. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Turkiye di Venezuela. Jika diperlukan, dukungan tambahan berupa personel maupun peralatan juga akan dikirim," kata Özener.
Özener mengatakan sepanjang tahun ini Turkiye telah melaksanakan operasi bantuan kemanusiaan ke 11 negara, termasuk Gaza, Suriah, Pakistan, dan Afghanistan. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan 16 negara pada 2025.
Ia menambahkan Turkiye juga secara rutin mengirim tim pencarian dan penyelamatan ke berbagai negara yang terdampak bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia, seperti Jepang, Haiti, El Salvador, Albania, dan Bosnia-Herzegovina.
Özener mengatakan berdasarkan laporan kemanusiaan global, Turkiye selama bertahun-tahun menjadi negara yang paling banyak menyalurkan bantuan kemanusiaan di dunia.
Ia juga menyampaikan doa dan harapan agar tim yang berangkat ke Venezuela dapat menjalankan tugas dengan baik.
"Selain itu, banyak organisasi masyarakat sipil dan tim pencarian serta penyelamatan kami saat ini juga berada dalam kondisi siap dan menunggu arahan. Jika ada permintaan tambahan, kami akan segera mengerahkan mereka," ujarnya.
Usai penyampaian keterangan tersebut, pesawat yang membawa tim pencarian dan penyelamatan serta bantuan kemanusiaan Turkiye diberangkatkan dari Bandara Ataturk Istanbul menuju Venezuela.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) sebelumnya melaporkan dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela dalam selang waktu 39 detik.
USGS menyatakan gempa berkekuatan magnitudo 7,5 berpusat sekitar 23 kilometer di tenggara Kota Yumare, sedangkan gempa berkekuatan magnitudo 7,2 berpusat sekitar 24 kilometer di timur laut Kota San Felipe, di negara bagian Yaracuy.
USGS juga menyebut gempa di dekat Yumare terjadi pada kedalaman 10 kilometer, sedangkan gempa di dekat San Felipe berada pada kedalaman 21,9 kilometer.
Menteri Kesehatan Venezuela Carlos Alvarado mengatakan jumlah korban meninggal akibat gempa telah meningkat menjadi 235 orang, sementara lebih dari 4.300 orang lainnya mengalami luka-luka.
Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung di Venezuela, sementara otoritas mengkhawatirkan jumlah korban tewas dan luka akan terus bertambah.