Fuat Kabakçı
01 Maret 2018•Update: 01 Maret 2018
Fuat Kabakçı
BEIJING
Menurut berita dari surat kabar "Global Times" yang merupakan media resmi dari Partai Komunis di Tiongkok, perusahaan industri pertahanan Tiongkok, China Shipbuilding Industry Corporation (CSIC) berencana akan mempercepat proses pengembangan kapal induk berbahan bakar nuklir, kapal selam nuklir tipe baru, dan kapal intelijen tak berawak.
Perusahaan tersebut tak memberikan informasi lebih rinci terkait kapal induk berbahan bakar nuklir itu.
Hal yang menjadi sorotan adalah sebagai perusahaan milik sebuah negara, perusahaan tersebut secara terbuka menyampaikan bahwa mereka berencana akan membangun kapal yang beroperasi dengan bahan bakar nuklir.
Tiongkok saat ini memiliki satu kapal induk yang telah tercatat sebagai inventaris militer Tiongkok, dan dua kapal lain sedang dalam konstruksi.
Liaoning adalah kapal induk Tiongkok yang pertama dan merupakan buatan Uni Soviet. Kapal tersebut didatangkan dari Ukraina pada September 2012 kemudian dioperasikan oleh Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok.
Pada bulan April tahun lalu, sebuah kapal induk kapal induk jenis 001A diluncurkan ke atas air dalam sebuah upacara. Kapal ini merupakan kapal induk kedua yang dimiliki oleh negara Tiongkok setelah penggunaan kapal Liaoning, dan juga merupakan kapal pertama yang dibuat di dalam negeri Tiongkok.
Kapal yang memiliki berat sekitar 50ribu ton itu rencananya akan diserahkan ke tentara sebelum tahun 2020.
Selain Tiongkok, enam negara lain di dunia juga memiliki kapal induk untuk operasi militer.