Astudestra Ajengrastrı
01 Maret 2018•Update: 01 Maret 2018
Mahmut Geldi dan Gulsen Topcu
RIYADH
Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) menyebut krisis Teluk pada Kamis sebagai sebagai masalah 'kecil' yang bisa dipecahkan melalui mediasi dengan Kuwait, menurut kantor berita Saudi.
Menurut kantor berita milik pemerintah Arab Saudi SPA, perwakilan-perwakilan permanen keempat negara yang memutuskan tali diplomatis dan perdagangan dengan Qatar ke PBB ini melakukan pernyataan pers bersma untuk merespons krisis Teluk.
Dalam pernyataan itu, keempat negara menyinggung kembali peran Qatar mempromosikan ideologi radikal, penyebaran ujaran kebencian di media sosial dan mengampanyekan kekerasan.
Mereka juga menyatakan bahwa krisis Teluk adalah permasalah "kecil" yang harus diselesaikan secara lokal dengan mediasi dengan Kuwait.
Pernyataan baru dari Qatar
Dalam pernyataan terbaru oleh delegasi permanen dari Qatar untuk PBB di Geneva, Qatar menuduh keempat negara gagal menyediakan bukti tuduhan mereka, menurut kantor berita Qatar QNA.
Arab Saudi, Mesir, dan UEA serta Bahrain memblokade wilayah darat, air, dan udara menuju Qatar dan memberikan daftar permintaan kepada Doha untuk mengakhiri blokade ini, salah satunya penutupan jaringan televisi Al Jazeera dan pangkalan militer Turki di Doha, untuk menghindari sanksi lebih lanjut.
Doha menyangkal tuduhan terorisme dan menyebut blokade ini sebagai pelanggaran hukum internasional.