Umar Idrıs
06 Januari 2020•Update: 06 Januari 2020
Michael Hernandez
WASHINGTON
Jika pemerintah Irak memaksa pemindahan pasukan AS, Baghdad akan menghadapi "sanksi yang belum pernah mereka lihat sebelumnya," kata Presiden Donald Trump, Minggu.
Trump mengatakan, kemungkinan hukuman ekonomi akan jauh melebihi sanksi yang telah dijatuhkan AS terhadap Iran. Trump menambahkan: "Jika ada permusuhan, bahwa mereka melakukan apa pun yang kami pikir tidak pantas, kami akan memberikan sanksi pada Irak, sanksi yang sangat besar terhadap Irak."
Peringatan itu muncul setelah parlemen Irak mengeluarkan resolusi yang menyerukan pemerintah untuk mengusir pasukan AS sebagai pembalasan atas pembunuhan jenderal Iran Qassem Soleimani, mantan kepala arsitek operasi regional Teheran.
Departemen Luar Negeri AS menyatakan kekecewaannya atas pemungutan suara, dan mendesak Baghdad untuk mempertimbangkannya kembali.
Trump memberikan alasan karena AS telah berinvestasi membangun pangkalan militer di Irak.
“Kami memiliki pangkalan udara yang sangat mahal di sana. Dibutuhkan miliaran dolar untuk membangun,” tambahnya. "Kami tidak akan pergi kecuali mereka membayar kami untuk itu."
Presiden tidak merinci pangkalan udara mana yang dia maksud, tetapi kemungkinan besar ialah pangkalan udara Al Asad di provinsi Anbar, Irak tengah. Fasilitas ini dioperasikan bersama oleh pasukan AS dan Irak.
Soleimani, kepala pasukan Quds elit Pengawal Revolusi Iran, tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di luar bandara Baghdad Jumat pagi.
Kematiannya meningkatkan ketegangan antara AS dan Iran. Ketegangan antara kedua negara itu sering memuncak sejak 2018 ketika Trump secara sepihak menarik diri dari pakta nuklir 2015.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, yang menganugerahkan kehormatan tertinggi Iran kepada Soleimani tahun lalu, bersumpah melakukan "pembalasan keras" dalam menanggapi pembunuhan terhadap Soleimani.
Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa jika ada pembalasan Iran dengan menyerang target atau kepentingan Amerika "kami telah menargetkan 52 titik strategis Iran antara lain tempat di mana 52 sandera Amerika yang diambil oleh Iran bertahun-tahun yang lalu), beberapa titik yang sangat penting bagi Iran dan budaya Iran, dengan cara SANGAT CEPAT DAN SANGAT KERAS. AS tidak menginginkan ancaman lagi!"
Kekhawatiran telah meningkat bahwa AS dapat dituduh melakukan kejahatan perang di bawah hukum internasional dengan menyerang situs budaya Iran. Namun Trump tidak terpengaruh, dia mengulangi ancamannya pada hari Minggu.
"Mereka diizinkan membunuh orang-orang kita. Mereka diizinkan menyiksa dan melukai orang-orang kami. Mereka diizinkan menggunakan bom pinggir jalan dan meledakkan orang-orang kami. Dan kami tidak diizinkan menyentuh situs budaya mereka? Cara seperti itu tidak dapat diterima," katanya.