Rhany Chairunissa Rufinaldo
10 Oktober 2018•Update: 10 Oktober 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dia belum berbicara dengan para pejabat Arab Saudi tentang kasus jurnalis Saudi yang hilang di Turki pekan lalu.
Trump mengatakan dia akan mengangkat kasus ini "pada titik tertentu" dengan Riyadh, namun tidak menyebutkan kapan perundingan itu akan berlangsung.
Arab Saudi mengundang para ahli dan pejabat Turki untuk mengunjungi Konsulatnya di Istanbul pada Selasa untuk menyelidiki hilangnya Jamal Khashoggi pekan lalu.
Menurut sumber dari kementerian luar negeri, sebuah surat diplomatik dikirim ke Kementerian Luar Negeri Turki yang mengundang para pejabat Turki untuk mengunjungi konsulat, tempat Khashoggi terakhir terlihat pekan lalu.
Khashoggi, kolumnis harian Washington Post, telah hilang sejak dia memasuki konsulat pada 2 Oktober.
Polisi Turki yang menyelidiki kasus itu mengatakan pada Sabtu bahwa 15 warga Arab Saudi, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan memasuki konsulat saat Khashoggi berada di dalam.
Konsulat itu mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak berwenang Turki.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah meminta para pejabat Arab Saudi untuk membuktikan argumen mereka yang menyatakan bahwa Khashoggi meninggalkan konsulat, karena sebagian besar saksi mengatakan dia terakhir kali terlihat memasuki gedung itu.
Departemen Luar Negeri AS Selasa lalu meminta pemerintah Arab Saudi untuk melakukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan.
"Amerika Serikat tentu saja prihatin tentang keberadaannya, pejabat senior di Departemen Luar Negeri telah berbicara dengan pejabat Arab Saudi melalui saluran diplomatik tentang masalah ini," ungkap juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert kepada wartawan.
*Umar Farooq berkontribusi pada berita ini