Muhammad Abdullah Azzam
22 Maret 2018•Update: 22 Maret 2018
Hakan Çopur
WASHINGTON
alam percakapan via telepon, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron membahas kasus peracunan mantan mata-mata Rusia Sergei Skipal di Salisbury, Inggris. Selain itu kedua negara sepakat akan berkordinasi dengan Inggris terkait penyelidikan kasus tersebut.
Menurut pernyataan tertulis dari Gedung Putih, dalam percakapan telepon itu Trump dan Macron membahas berbagai hal yang berkaitan dengan hubungan bilateral dan regional.
Kedua pemimpin tersebut akan berkordinasi dengan Inggris terkait penggunaan senjata kimia yang ditujukan kepada warga sipil di wilayah Inggris.
“Kedua pemimpin negara setuju untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meminta pertanggungjawaban dari Rusia," ungkap pernyataan itu.
Kedua pemimpin negara juga membahas bagaimana AS dan negara-negara Eropa dapat bersatu dalam urusan pajak.
Mantan agen Rusia Sergie Skripal dan putrinya diracun menggunakan bahan kimia pada 4 Maret lalu di kota Salisbury, Inggris.
Dia diberikan status pengungsi oleh Inggris setelah program pertukaran mata-mata antara AS dan Rusia pada 2010. Sebelum program ini, Skripal menghabiskan 13 tahun di penjara karena membocorkan informasi rahasia kepada badan intelijen Inggris.
Pihak berwajib Inggris terus menyelidiki serangan kepada Skripal, yang juga membuat seorang personel polisi dirawat karena kondisi serius.