Sergio García Hernández
22 Maret 2018•Update: 22 Maret 2018
Sergio García Hernández
BOGOTA, Kolombia
Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski mengundurkan diri pada Rabu setelah muncul sejumlah rekaman video yang menariknya dalam skandal pembelian suara.
Kongres Peru pada Kamis dijadwalkan mengadakan pemungutan suara untuk menggulingkan Kuczynski dengan alasan kelemahan moral karena terlibat dengan perusahaan konstruksi Brazil Odebrecht, yang saat ini berada dalam pusat skandal korupsi terbesar Amerika Latin.
Sejumlah video menunjukkan anggota kongres Kenji Fujimori, seorang teman dekat presiden, yang tampak menawarkan suap kepada anggota kongres lainnya. Sebagai gantinya, Fujimori meminta mereka agar menolak menggulingkan Kuczynski.
Epifanio Baca, koordinator di lembaga riset Grupo Propuesta Ciudadana, mengatakan kepada Anadolu Agency, setelah video itu menyebar, sejumlah anggota kongres memberikan suara mereka untuk menggulingkan Kuczynski, yang akhirnya memaksa dia mundur lebih cepat.
"Selama ini semua bertanya-tanya tentang nasibnya. Sekarang sudah cukup banyak suara yang terkumpul untuk menggulingkan president," kata Baca.
Dia juga mengatakan pengunduran diri Kuczynski ini adalah jalan keluar terbaik baginya setelah kehilangan dukungan dari kongres, dimana sekitar 100 suara telah dikumpulkan untuk menurunkan Kuczynski.
Baca mengatakan agar pejabat baru dalam masa transisi ini harus membentuk pemerintahan dimana semua partai politik bisa berkontribusi. Kabinet dan pemerintah harus memastikan agar perang melawan korupsi terus berlanjut, di negara yang sejumlah mantan presidennya terindikasi dekat dengan Odebrecht.
Permintaan penggulingan Kuczynski diajukan pada Desember lalu, setelah munculnya beberapa pernyataan dari staf Odebrecht mengenai sogokan yang mereka berikan kepadanya, dan didukung faktor gejolak politik yang dihadapi Peru.