Maria Elisa Hospita
14 Oktober 2019•Update: 15 Oktober 2019
Busra Nur Bilgic Cakmak
ANKARA
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan negara-negara Eropa untuk memulangkan tahanan Daesh kembali ke negara asal mereka.
“Kami sudah memintanya berulang kali dan Eropa harus melakukannya sekarang juga,” tegas Trump via Twitter.
"Tahanan terburuk ISIS ada di AS. Turki dan Kurdi tidak boleh membiarkan mereka melarikan diri," kata dia lagi, menggunakan nama lain untuk kelompok teror Daesh.
Lewat cuitannya, Trump menegaskan bahwa para teroris itu tidak akan pernah diizinkan masuk ke negaranya.
Di tengah operasi antiteror yang sedang berlangsung di utara Suriah, Turki mengatakan bahwa pihaknya akan memberantas unsur-unsur Daesh di pusat-pusat penahanan di utara Suriah.
Kementerian Luar Negeri Turki akan melakukan pengawasan terhadap unsur-unsur Daesh di fasilitas tahanan dan keluarga mereka yang berada di kamp-kamp di area-area yang sudah dibebaskan dari teroris YPG / PKK.
Mengenai hal tersebut, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah membahas masalah ini dengan Trump melalui telepon.
Sejak pekan lalu, Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian untuk memberantas teroris, mengamankan perbatasan, membantu pemulangan pengungsi Suriah yang aman, serta menjamin integritas teritorial Suriah.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.