Maria Elisa Hospita
31 Oktober 2018•Update: 01 November 2018
Umar Farooq
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengunjungi Pittsburgh pada Selasa, untuk memberi penghormatan terakhir kepada korban penembakan massal di sebuah sinagoge.
Selama kunjungan itu, Trump didampingi oleh Ibu Negara Melania Trump, beserta putri dan menantunya, Ivanka dan Jared Kushner.
Trump dan keluarganya meletakkan batu dari Gedung Putih di memorial korban. Mereka juga mengunjungi rumah sakit di mana para korban luka dirawat.
"Saya akan memberi penghormatan dan mengunjungi rumah sakit untuk menengok para korban," kata Trump kepada Fox News, Senin.
Sabtu lalu, seorang pria melepaskan tembakan dalam sebuah upacara ritual di Tree of Life Synagogue, Pennsylvania. Insiden itu menyebabkan 11 orang tewas dan enam luka-luka, termasuk polisi.
Polisi telah mengidentifikasi Robert Bowers, 46, sebagai tersangka. Dia kerap menggunakan situs Gab.com untuk menyebarkan ujaran antisemitisme, misalnya "Orang-orang Yahudi adalah anak-anak setan".
"19 hari sebelum Bowers melakukan penembakan massal, dia sempat memposting atau meninggalkan komentar di situs itu setidaknya 68 kali," jelas sebuah LSM watchdog, Southern Poverty Law Center, dalam analisisnya.
Kunjungan Trump dikecam oleh kelompok Yahudi Pittsburgh yang menulis surat terbuka meminta Trump untuk menjauh.
"Presiden Trump, Anda tidak diterima di Pittsbugh sampai Anda sepenuhnya mencela nasionalisme kulit putih," bunyi surat tersebut.
Meskipun Trump telah menyampaikan belasungkawa, namun dia belum mengecam nasionalisme kulit putih, yang diyakini sebagai motif serangan keji itu.
Kedatangan Trump di Pittsburgh disambut ribuan pengunjuk rasa yang keberatan dengan kunjungannya.
Mereka menuding Trump memicu retorika kebencian yang menyebabkan penembakan massal.
Selama unjuk rasa, mereka meneriakkan doa dan nyanyian Yahudi sambil memegang poster atau spanduk bertuliskan "Trump Menabur Kebencian" dan "Jadilah Seorang Pemimpin".