Rhany Chairunissa Rufinaldo
14 Desember 2018•Update: 15 Desember 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Pemerintahan Trump pada Kamis mengumumkan strategi barunya terhadap Afrika, yang ditujukan untuk membatasi pengaruh China dan Rusia di kawasan itu.
Penasihat Keamanan Nasional John Bolton menyebutkan secara spesifik kedua negara tersebut saat memberikan pengumuman dan mengatakan bahwa mereka dengan cepat memperluas pengaruh keuangan dan politik mereka di seluruh Afrika.
"Mereka secara sengaja dan agresif menargetkan investasi mereka di kawasan itu untuk mendapatkan keunggulan kompetitif atas Amerika Serikat," kata Bolton di lembaga strategi konservatif Heritage Foundation di Washington.
Dia mengatakan China menggunakan suap, perjanjian tidak jelas dan penggunaan utang untuk membuat negara-negara di Afrika mematuhi keinginan dan permintaannya.
Bolton, yang merupakan salah satu penasehat Trump yang paling berpengaruh, secara khusus menyinggung tentang pembukaan pangkalan militer China di Djibouti, yang menurutnya mengancam lalu lintas strategis di kawasan Laut Merah.
China membuka pangkalan di Tanduk Afrika pada Agustus 2017.
Pangkalan itu terletak di dekat satu-satunya pangkalan militer permanen AS di benua itu, Camp Lemonnier, dan para pejabat AS menuding pangkalan itu sebagai lokasi penembakan pilot mereka yang beroperasi di daerah tersebut.
Bolton juga mengatakan bahwa Rusia juga berusaha meningkatkan pengaruhnya di kawasan itu melalui transaksi ekonomi yang korup.
"Mereka terus menjual senjata dan energi sebagai ganti dukungan suara di PBB, suara yang membuat orang kuat berkuasa, merusak perdamaian dan keamanan, dan bertentangan dengan kepentingan rakyat Afrika," tambahnya.