Michael Hernandez
05 April 2018•Update: 05 April 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Donald Trump memperintahkan petinggi militer mulai membuat rencana untuk menarik pasukan Amerika Serikat (AS) dari Suriah namun setuju untuk membiarkan mereka tetap di sana untuk jangka pendek, menurut sejumlah laporan yang terbit pada Rabu.
Belum ada tenggat waktu yang ditetapkan untuk penarikan itu, menurut laporan.
Trump berulang kali sudah mengatakan dia akan menarik AS keluar dari Suriah, namun proposal itu mengkhawatirkan Pentagon yang memperingatkan bahwa itu merupakan kabar baik untuk kelompok teroris Daesh.
Melalui sebuah pernyataan, Gedung Putih mengatakan operasi anti-Daesh yang terus berjalan berarti kelompok itu hampir musnah di Suriah dan "operasi itu segera berakhir". Mereka juga mengatakan Washington dan sekutu-sekutunya "tetap berkomitmen menghapus ISIS di Suriah.
"Kami akan terus berkonsultasi dengan dengan sekutu dan rekan-rekan kami terkait rencana masa depan," kata juru bicara Sarah Huckabee Sanders dalam pernyataan itu. "Kami harap negara-negar lain di kawasan, serta PBB, berkerja menciptakan perdamaian dan memastikan ISIS tidak muncul lagi," lanjutnya, menyebut Daesh dengan nama ISIS.
Sanders juga mengatakan AS akan terus bekerja sama dengan "pasukan lokal" untuk memerangi Daesh.
"Kami melatih pasukan lokal, namun kami juga ingin semua sekutu dan rekan di kawasan itu untuk menggenjot upaya mereka," kata Sanders. "Mereka terancam oleh keadaan itu, jadi mereka harus melakukan lebih banyak. Dan presiden juga menghimbau negara-negara lain untuk berbuat lebih banyak."
Dikabarkan AS sudah membuat keputusan terkait pasukan mereka di Suriah pada saat sebuah pertemuan Gedung Putih pada Selasa, menurut sebuah laporan yang mengutip Direktur Intelijen Nasional Dan Coats.
Sebelum pertemuan itu, Trump mensinyalir negara-negara yang ingin AS tetap di Suriah harus bersedia mensponsori mereka, khususnya Arab Saudi.
Pihak berwenang dari kerajaan itu tampaknya ingin AS tetap di sana, kata Trump, yang menambahkan dia sudah mengatakan mereka harus membayar tagihan aktivitas AS di sana.
"Arab Saudi sangat tertarik terhadap keputusan kami, dan saya mengatakan, 'bila Anda ingin kami di sana, mungkin Anda harus membayar,'" kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.