Servet Gunerigok
14 Oktober 2018•Update: 15 Oktober 2018
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Hatice Cengiz, tunangan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi, pada Sabtu mendorong adanya akuntabilitas bila tunangannya tersebut tewas dibunuh.
Khashoggi, seorang kolumnis untuk Washington Post, terakhir kali terlihat memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober, dan ditengarai dia tewas karena dibunuh.
Pada Jumat, beberapa media melaporkan bahwa otoritas Turki memiliki bukti rekaman dan audio yang menunjukkan Khashoggi dibunuh di dalam konsulat.
Dalam sebuah artikel di The New York Times, Cengiz, seorang mahasiswa doktoral di Istanbul, mengatakan jika tuduhan tersebut terbukti benar, Khashoggi “sudah menjadi martir” dan kehilangannya adalah “kehilangan bagi mereka yang memiliki hati nurani dan moral.”
“Jika kita telah kehilangan Jamal, kemudian pengutukan tidak cukup. Orang yang mengambilnya dari kami, terlepas posisi politiknya, harus bertanggung jawab dan harus dihukum seberat-beratnya,” ujar dia.
Pada hari yang sama dengan kedatangan Khashoggi di konsulat, 15 warga Arab Saudi, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan menggunakan 2 pesawat dan mengunjungi konsulat saat Khashoggi juga berada di dalam, ujar sumber kepolisian. Semua orang yang teridentifikasi telah meninggalkan Turki.
Otoritas Saudi belum memberikan penjelasan yang terang mengenai nasib Khashoggi, sementara beberapa negara–khususnya Turki, A.S. dan Inggris—mendesak agar kasus tersebut diselesaikan secepatnya.
Mengenai undangan Presiden Donald Trump ke Gedung Putih, Cengiz mengatakan dia akan “mempertimbangkan untuk menerima” undangan tersebut jika Trump membantu mengungkapkan apa yang terjadi pada Khashoggi.
“Jika dia membuat kontribusi nyata untuk mengungkapkan apa yang terjadi di dalam konsulat Arab Saudi di Istanbul hari itu, saya akan mempertimbangkan undangannya,” tulis dia.
Sebelumnya, dalam sebuah wawancara dengan CBS pada Sabtu, Trump mengatakan akan ada “hukuman berat” bagi Arab Saudi jika betul Khashoggi dibunuh.
“Jamal melawan penindasan, tapi dia membayar permintaan warga Arab Saudi untuk kebebasan dengan nyawanya,” tambah Cengiz.
“Jika dia meninggal, dan saya harap bukan itu permasalahannya, ribuan Jamal akan lahir hari ini, di hari ulang tahunnya. Suara dan gagasannya akan bergema, dari Turki hingga Arab Saudi, dan seluruh dunia. Penindasan tidak akan abadi. Tirani akhirnya akan membayar dosa-dosanya,” tulis dia.