Nazlı Yüzbaşıoğlu
05 Oktober 2021•Update: 06 Oktober 2021
ANKARA
Turki pada Senin menekankan bahwa pihaknya akan terus mempertahankan hak-haknya serta hak-hak Republik Turki Siprus Utara (TRNC) di Mediterania Timur.
"Kami membela hak-hak kami dan hak-hak Siprus Turki selamanya. Kami juga akan mengambil tindakan ketika ada hal yang akan membahayakan hak-hak ini," kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada konferensi pers bersama Menlu Polandia Zbigniew Rau di Ibu kota Polandia, Warsawa.
Menggarisbawahi Turki mendukung pembentukan mekanisme pembagian kekayaan secara adil di sekitar pulau itu, Cavusoglu mengatakan dia berharap Presiden Polandia Andrzej Duda akan "mendengarkan suara kedua belah pihak" di sana dan memberikan "nasihat ramah" selama kunjungan yang akan datang.
Dia menekankan bahwa alasan ketegangan saat ini di kawasan Mediterania Timur adalah gaya maksimalis Yunani dan Siprus Yunani, tutur dia, menambahkan bahwa Turki selalu memprioritaskan diplomasi.
"Sayangnya baru-baru ini, ada beberapa tindakan provokatif dari Yunani dan pihak Siprus Yunani. Kapal-kapal mereka mencoba memasuki landas kontinen kami," sebut Cavusoglu, seraya menambahkan bahwa Turki mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam menghadapi hal ini.
Cavusoglu juga mencatat seruan Ankara untuk konferensi regional demi menyatukan negara-negara di kawasan Mediterania, meski dia mengatakan Uni Eropa belum menanggapinya.
Selain itu, Cavusoglu berterima kasih kepada menlu Polandia di Twitter atas keramahannya.
"Mengembangkan hubungan kita di segala bidang, mencapai target perdagangan USD10 miliar, meningkatkan kerja sama soal migrasi ilegal, menandatangani perjanjian kerja sama antara akademi diplomasi adalah tujuan bersama," tukas dia.