Maria Elisa Hospita
20 Desember 2018•Update: 21 Desember 2018
Sarp Ozer
DOHA, Qatar
Turki sedang melakukan persiapan besar-besaran untuk operasi militer anti teror di Manbij dan Sungai Eufrat, di timur Suriah.
Rencana tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar selama kunjungannya ke pasukan Turki di Doha, Qatar.
“Kami sekarang fokus pada Manbij dan timur Eufrat. Kami bekerja keras untuk merealisasikan rencana ini," ujar Akar, pada Kamis.
“Kami mengikuti perkembangan dari dekat. Unit operasi dan intelijen Turki telah mengupayakan segala cara, siang dan malam, untuk menjalankan tugas mereka sebaik-baiknya," kata dia lagi.
Pekan lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan operasi kontrateror dapat dimulai "kapan saja" di sebelah timur Sungai Eufrat, dan Turki tak akan mengizinkan "koridor teror" didirikan di sepanjang perbatasannya.
Dalam hal ini, operasi udara berlangsung di dua wilayah, Sinjar dan Gunung Karajak.
“Setiap tindakan diambil agar tidak membahayakan warga sipil di sana,” tambah menteri itu.
Pekan lalu, Angkatan Bersenjata Turki mengusir kelompok teror PKK dari Sinjar dan Gunung Karajak.
Akar juga menegaskan bahwa Sinjar "tak akan berubah menjadi seperti Qandil", yang mengacu pada Gunung Qandil, di dekat perbatasan Turki, yang digunakan sebagai basis utama teroris PKK.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye teror melawan Turki, PKK - yang didaftarkan sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa - telah bertanggung jawab atas tewasnya sekitar 40.000 jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak.