Rıskı Ramadhan
16 Februari 2018•Update: 17 Februari 2018
Cansu Dikme,Satuk Buğra Kutlugün,Nilay Kar
ANKARA
Menteri Luar Negeri Turki pada Jumat mengatakan, Ankara dan Washington telah "mencapai sebuah pemahaman" untuk menormalkan hubungan setelah mengalami ketegangan.
Dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson di Ankara, , Mevlut Cavusoglu mengatakan, "Kami telah mencapai sebuah pemahaman untuk menormalkan hubungan kami [dengan AS]. ''
"Tentunya, ada beberapa langkah yang perlu diambil untuk ini. Kedua belah pihak memiliki harapan masing-masing, "kata Cavusoglu.
"Kami dengan jelas menyatakan [kepada pihak AS] harapan kami mengenai perjuangan melawan FETO dan organisasi teroris PKK, dan dukungan AS untuk YPG."
Operasi Ranting Zaitun yang dipimpin Turki saat ini tengah berlangsung dengan tujuan memberantas teroris YPG/PKK utara di Suriah. FETO, Organisasi Teroris Fetullah, adalah kelompok yang bertanggung jawab atas kudeta gagal pada 2016 yang menewaskan 250 orang dan melukai 2.200 orang.
"Kami ingin berpikir bahwa masalah keamanan kami yang vital telah ditangani secara serius [oleh AS]," kata Cavusoglu.
Dia menambahkan bahwa mereka telah sepakat untuk menetapkan beberapa mekanisme yang akan mencakup dan mengevaluasi semua masalah,"
Menurut Cavusoglu, mekanisme yang disepakati akan mencakup berbagai masalah , termasuk integritas teritorial Irak, Suriah, terorisme, dan konsulat.
- Isu PYD/PKK di Manbij
Menanggapi pertanyaan tentang keberadaan teroris YPG/PKK di Manbij, Suriah, Cavusoglu mengatakan bahwa mekanisme yang mencakup penanganan masalah Suriah akan memprioritaskan Manbij.
"Kita harus memastikan bahwa YPG telah menyeberang ke sisi timur Sungai Efrat, dan kita harus melihat pelaksanaannya bersama-sama," kata Cavusoglu menambahkan, bahwa pihak yang akan mengendalikan dan menjamin keamanan di kota-kota tersebut penting untuk terbentuknya stabilitas wilayah tersebut.
Pertama, teroris YPG/PKK harus menarik diri dari Manbij di utara Suriah sehingga Turki dapat mengambil langkah berdasarkan kepercayaan dengan AS, kata Cavusoglu.
Cavusoglu mengatakan Turki dan AS akan bekerja sama untuk memastikan stabilitas di kota-kota lain di Suriah.
YPG adalah cabang bersenjata organisasi teror PKK di Suriah. PKK adalah organisasi teror yang telah berperang lebih dari 30 tahun melawan negara Turki dan menewaskan puluhan ribu jiwa.
Hubungan antara kedua negara memanas karena dukungan AS terhadap kelompok teroris PYD/YPG/PKK di utara Suriah.
Sementara itu, Tillerson menyatakan, "Kami berdiri bahu membahu dengan Turki melawan ancaman teroris."
AS akan bekerja untuk janji-janji yang telah diberikan kepada Turki mengenai Manbij, utara Suriah, tambah Tillerson.
Setelah Operasi Ranting Zaitun yang dipimpin oleh Turki dengan tujuan membasmi teroris PYD/YPG/PKK dari Afrin, utara Suriah, pemimpin-pemimpin Turki mengatakan akan melanjutkan hal yang sama di Manbij yang di dalamnya terdapat teroris dan juga pasukan AS.
- Integritas teritorial Suriah
Kedua negara juga kembali menegaskan komitmen mereka untuk melindungi integritas teritorial dan persatuan nasional Suriah.
"Kami akan tegas menentang semua upaya untuk menciptakan keputusan sepihak dan perubahan demografis di Suriah," kata pernyataan tersebut.
Ankara dan Washington juga sepakat bahwa "hanya ada solusi politik untuk krisis Suriah."
Kedua negara setuju untuk mengintensifkan kerja sama mereka untuk "mewujudkan hasil ini dalam kerangka parameter yang telah ditetapkan, yaitu "Resolusi Dewan Keamanan PBB 2254 dan proses Jenewa."
Suriah telah dirundung konflik sejak perang sipil meletus pada Maret 2011, ketika rezim Bashar al-Assad menyerang aksi demonstrasi kelompok pro-demokrasi dengan brutal.
Meskipun pejabat PBB mengatakan ratusan ribu jiwa tewas akibat perang sipil tersebut, pejabat rezim Suriah mengatakan jumlah korban adalah sekitar 10 ribu jiwa.