Maria Elisa Hospita
10 Desember 2019•Update: 11 Desember 2019
Sibel Morrow
ANKARA
Turki dan NATO akan terus mendukung Afghanistan selama Kabul meminta bantuan mereka.
Hal itu ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dalam konferensi pers bersama dengan rekan sejawatnya dari Afghanistan Idrees Zaman pada Senin.
Menurut Cavusoglu, Afghanistan telah melalui masa-masa sulit.
Meskipun beberapa upaya internasional untuk perdamaian di Afghanistan gagal, namun dia menyuarakan harapan bahwa upaya tersebut akan berdampak pada suasana yang positif di antara warga Afghanistan.
"Kami akan mempertahankan dukungan kami di Afghanistan selama Turki dan NATO masih membutuhkan kami," tambah Cavusoglu.
Pakta Maritim Turki-Libya
Cavusoglu menyatakan setelah penandatanganan pakta maritim antara Turki dan Libya, kontak Yunani dengan komandan yang berbasis di Libya Timur, Khalifa Haftar, dinyatakan "tidak sah".
Pada 27 November, Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya (GNA) yang berbasis di Tripoli dan menandatangani memorandum bilateral.
Memorandum tersebut menegaskan hak-hak Turki di Mediterania Timur dalam menghadapi pengeboran sepihak oleh pemerintah Siprus Yunani.
Pakta itu juga sekaligus mengklarifikasi bahwa Republik Turki Siprus Utara (TRNC) berhak atas sumber daya di daerah tersebut.
Menlu Turki menegaskan satu-satunya pemerintah yang sah di Libya adalah pemerintah di bawah kepemimpinan Fayez al-Sarraj di Tripoli yang diakui PBB.
"Jika Yunani ingin melakukan sesuatu dengan Libya, maka perlu kontak dengan Tripoli terlebih dahulu," tambah dia.