Muhammad Abdullah Azzam
06 Januari 2021•Update: 07 Januari 2021
Sarp Ozer
ANKARA
Turki pada Selasa mengulangi seruannya kepada Yunani untuk menyelesaikan sengketa antara kedua negara di Mediterania Timur melalui dialog dan hukum internasional.
"Kami yakin bahwa masalah [antara Turki dan Yunani] dapat dan harus diselesaikan melalui negosiasi," kata Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar kepada Anadolu Agency menjelang pertemuan dengan Duta Besar Jerman di Turki Jurgen Schulz.
Akar menggarisbawahi bahwa Turki selalu menjunjung hukum internasional dalam masalah yang sedang berlangsung mengenai kawasan Mediterania Timur dan Laut Aegea.
Dia mengatakan bahwa Ankara memprioritaskan hubungan bertetangga yang baik, dialog dan negosiasi.
"Di satu sisi kami mengharapkan pembicaraan eksplorasi dimulai, dan di sisi lain kami berharap negosiasi dilakukan dengan langkah-langkah menjaga kepercayaan dan pembangunan kepercayaan, serta pembicaraan dekonflik setelah pertemuan antara presiden kami [Recep Tayyip Erdogan] dan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg," kata dia sebelum pertemuan di Kemhan di ibu kota Ankara.
Berterima kasih kepada Jerman atas perannya dalam mengamankan perdamaian dan resolusi di Mediterania Timur, dia mengatakan Jerman memberikan kontribusi yang sangat penting untuk proses ini.
"Saya juga ingin menyampaikan bahwa kami mengharapkan semua pihak ketiga mengevaluasi masalah antara Turki dan Yunani secara objektif," tegas Akar.
Sementara itu, Schulz mengatakan mereka mengharapkan ketegangan akan diselesaikan secepat mungkin dan cara terbaik untuk ini adalah pembicaraan timbal balik.
Di tengah ketegangan baru-baru ini di kawasan itu, Yunani dan Siprus Yunani meningkatkan tekanan mereka pada anggota UE lainnya untuk menjatuhkan sanksi kepada Turki selama KTT para pemimpin UE pada 11 Desember.
Turki, yang memiliki garis pantai kontinental terpanjang di Mediterania Timur, menolak klaim batas maritim Yunani dan Siprus Yunani, dan menekankan klaim yang berlebihan ini melanggar hak kedaulatan Turki dan Siprus Turki.
Ankara mengirim beberapa kapal bor dalam beberapa pekan terakhir untuk mengeksplorasi sumber daya energi di Mediterania Timur, menegaskan haknya sendiri di wilayah tersebut, serta hak milik Republik Turki Siprus Utara.
Para pemimpin Turki telah berulang kali menekankan bahwa Ankara mendukung penyelesaian semua masalah yang luar biasa di kawasan itu melalui hukum internasional, hubungan bertetangga yang baik, dialog, dan negosiasi.