Surya Fachrizal Aprianus
05 Agustus 2018•Update: 06 Agustus 2018
Fatih Hafiz Mehmet
ANKARA
Para pejabat tinggi Turki pada Minggu membagikan pesan dukungan untuk Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang selamat dari upaya pembunuhan.
Drone bersenjata menargetkan Nicolas Maduro dalam pidatonya pada hari Sabtu di ibukota Caracas.
Juru bicara Kepresidenan Ibrahim Kalin mengatakan dalam akun Twitter: "Tetap kuat mi amigo (teman saya)". Kalin juga berbagi foto dirinya berpose dengan Maduro.
Direktur Komunikasi Kepresidenan Fahrettin Altun mentweet: "Kami mengutuk upaya pembunuhan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Turki berdiri bersama rakyat Venezuela dan pemimpin mereka yang terpilih secara demokratis."
Kementerian Luar Negeri juga mengeluarkan pernyataan tertulis sangat mengutuk serangan keji itu.
Kemlu Turki menyebut selamatnya Maduro dan para kerabatnya adalah kabar baik. Turki berharap tujuh tentara yang terluka dalam ledakan itu segera pulih.
"Di masa yang sulit ini Turki berdiri dengan orang-orang Venezuela yang bersahabat dan Presiden Maduro, keluarganya dan semua pejabat pemerintah," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Pernyataan itu mengatakan kelanjutan stabilitas, kemakmuran, perdamaian dan keamanan di Venezuela adalah harapan terbesar Turki dan juga penting bagi stabilitas regional dan perdamaian dunia.
"Kami berharap yang terbaik untuk Presiden Maduro, keluarga terhormatnya, anggota pemerintah dan semua rakyat Venezuela," tambah pernyataan itu.
Dalam pesan kenegaraannya, Maduro menyalahkan faksi sayap kanan kanan atas serangan itu. Kata dia para pelaku terkait dengan Kolombia dan Amerika Serikat.
Maduro menambahkan, sejumlah tersangka serangan telah ditangkap.
Sementara itu, kelompok yang menamakan diri “Prajurit berkaos” (Soldiers in T-shirts) mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut melalui media sosial.