Astudestra Ajengrastrı
04 Oktober 2018•Update: 04 Oktober 2018
Meltem Yilmaz
TRABZON
Turki telah mengekspor 177 ton ikan hamsi, jenis ikan lokal berukuran kecil, ke 11 negara sejak pembukaan musim pada 1 September, menurut data yang dikumpulkan oleh Anadolu Agency.
Keuntungan yang didapatkan dari ekspor hamsi -- yang juga dikenal dengan nama anchovy Eropa -- pada September sebesar USD928.023, naik 87 persen dari periode sama tahun lalu, ungkap data dari Asosiasi Eksportir Laut Hitam Timur (DKIB).
Volume hamsi yang diekspor juga naik 96 persen pada bulan pertama musim panen, sementara pada periode sama di 2017 sebanyak 90 ton, dengan keuntungan sekitar USD495.150.
Saffet Kalyoncu, ketua DKIB, berkata dirinya puas dengan kenaikan ekspor ini, juga dengan bertambahnya jumlah negara tujuan ekspor.
"Hamsi adalah produk ekspor penting untuk ekonomi," dia menekankan.
Kalyoncu menyatakan mereka telah menerima "permintaan signifikan" produk hamsi dari negara-negara Eropa.
Dia juga menambahkan kalau AS, Inggris, Jerman, Swedia, Belanda, Yunani dan Swiss -- yang tak mengimpor ikan tersebut dari Turki pada tahun lalu -- kini menjadi negara yang menambah ekspor hamsi.
"Dalam konteks ini, kami berharap ekspor hamsi bisa bertambah lagi selama musim ini," kata Kalyoncu.
Dia menyebutkan bahwa DKIB mengharapkan ekspor lebih banyak lagi di bulan-bulan ke depan dengan keuntungan perdagangan internasional lebih banyak.
Data menunjukkan pembeli utama hamsi Turki pada September adalah Prancis (USD372.165), diikuti oleh Belgia (USD303.211) dan AS (USD138.998).
Asosiasi Eksportir Laut Hitam Timur adalah institusi nonpemerintah -- di bawah yuridiksi Majelis Eksportir Turki -- yang terdiri dari sekitar 1.500 anggota, menurut laman resminya.